rss_feed

Desa Kenanten

Jln. Sooko Sari No. 56
Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto Provinsi Jawa Timur , Kode Pos 61363

mail_outline [email protected]

Perayaan
Hari Sumpah Pemuda
  • RAMELI

    Kepala Desa

    Tidak Ada di Kantor
  • SUKARTONO

    Sekretaris Desa

    Tidak Ada di Kantor
    Login Terakhir:
    02 Oktober 2026 10:35:44
  • JOKO PRASETIYAWAN

    Kasi Pemerintahan

    Tidak Ada di Kantor
    Login Terakhir:
    03 Juli 2026 10:13:04
  • SULIS TIANINGSIH

    Kasi Kesejahteraan

    Tidak Ada di Kantor
  • FATHUR ROHIM

    Kepala Seksi Pelayanan

    Tidak Ada di Kantor
  • NANING SUGIANTI

    Kaur Keuangan

    Tidak Ada di Kantor
  • RIZXY NOVA FIRDANA

    Kepala Dusun Kenanten

    Tidak Ada di Kantor
  • EKO HENDRA WIDODO

    Kepala Dusun Sawurkembang

    Tidak Ada di Kantor
  • MOCHAMMAD HASAN

    Kepala Dusun Karangwungu

    Tidak Ada di Kantor
  • MUHAMMAD IMRON

    Kepala Dusun Karangmojo

    Tidak Ada di Kantor
  • ADE WIDYA YUWONO

    Kasi Kesejahteraan

    Tidak Ada di Kantor
  • RESA WAHYUNINGTYAS

    Kepala Dusun Sumbergayam

    Tidak Ada di Kantor

settings Pengaturan Layar

Selamat datang di Website Resmi Desa Kenanten Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto Provinsi Jawa Timur
Bulan Ini
Kelahiran
0 Orang
Kematian
2 Orang
Masuk
0 Orang
Pindah
0 Orang
Bulan Lalu
Kelahiran
0 Orang
Kematian
4 Orang
Masuk
3 Orang
Pindah
0 Orang

0

Hari Ini

3

Kemarin

11

Minggu Ini

23

Bulan Ini

99

Bulan Lalu

1,088

Tahun Ini

1,616

Tahun Lalu

6,153

Total
fingerprint
Ekskavasi Tahap Tiga Situs Kumitir Mojokerto Dibuka Lagi

06 September 2021 12:33:48 61 Kali

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati membuka kembali ekskavasi tahap tiga Situs Kumitir di Pendapa Balai Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Senin (6/9/2021). Pembukaan ekskavasi dengan anggaran Rp800 juta tersebut ditandai dengan tasyakuran potong tumpeng.

Turut hadir Kepala Dinas Kebudyaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur, Sinarto, Kepala Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, Zakaria Kasimin, Kepala Disparpora Kabupaten Mojokerto, Amat Susilo serta Plt Camat Jatirejo, Masluchman. Pembukaan ekskavasi dihadiri perangkat Desa Kumitir dan warga yang terdampak.

Ekskavasi dijadwalkan berlangsung kurang lebih selama 22 hari ke depan yakni mulai tanggal 6-28 September 2021. Ekskavasi kali ini, kerjasama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto, BPCB Jawa Timur dan para akademisi di bidangnya.

Berdasarkan beberapa sumber, para arkeolog meyakini bahwa situs seluas 6 hektar tersebut merupakan bagian dari jejak arkeologis Kerajaan Majapahit yakni istana Raja (Bhre) Wengker. Raja Wengker menurut sejarah, adalah menantu pendiri Majapahit Raden Wijaya sekaligus paman Hayam Wuruk.

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengatakan, aktivitas pembangunan di Desa Kumitir dilakukan secara hati-hati untuk mendukung ekskavasi. Hal ini sebagai langkah antisipasi, karena para arkeolog banyak yang meyakini akan ada temuan baru yang mungkin terjadi ke depan.

Bupati juga menyebut Situs Kumitir sebagai masa depan cerah bagi Mojokerto, karena akan menambah daftar penemuan baru dan pembuktian budaya Majapahit. Maka dari itu, Bupati berpesan agar proses pembangunan yang ada di Desa Kumitir ilakukan secara hati-hati.

“Saya pesan kepada pak Kades, untuk proses pembangunan pasti akan berbeda dengan desa lain. Di sini ada temuan Situs Kumitir yang sangat berharga. Pastinya harus lebih hati-hati ke depan, jangan sampai mengganggu proses ekskavasi. Karena bisa jadi masih ada yang belum ditemukan. Kumitir dapat menjadi masa depan cerah bagi Kabupaten Mojokerto,” jelasnya.

Dengan dibukanya kembali ekskavasi Situs Kumitir, lanjut Bupati, Pemkab Mojokerto akan betul-betul ingin memanfaatkan kesempatan tersebut. Semua ada kewenangan masing-masing. Menurutnya, dengan ditemukannya Situs Kumitir di Desa Kumitir, tidak hanya sekedar sejarah saja tetapi merupakan peluang besar bagi masyarakat Kabupaten Mojokerto.

“Masyarakat bisa memanfaatkan zona di luar area situs untuk bisa meningkatkan kesejahteraan melalui pertumbuhan ekonomi. Selain menjadi lokasi wisata, ini juga menjadi pusat pendidikan yang luar biasa. Dan ini kaitannya tidak hanya pendidikan sejarah tetapi juga pendidikan karakter. Kita ini adalah bangsa yang besar,” ujarnya.

Karena masyarakat Mojokerto adalah keturunan dari kerajaan yang besar, yang bisa menghargai perbedaan dan bisa mewujudkan persatuan dan perbedaan yang ada. Pihaknya akan berbicara lebih lanjut apa yang bisa dilakukan Pemkab Mojokerto untuk mensupport ekskavasi Situs Kumitir sesuai dengan kewenangan masing-masing.

“Lebih kearah bagaimana kita mempersiapkan masyarakat di sekitar area penemuan Situs Kumitir untuk bisa memperlancar proses ekskavasi dan tentunya proses-proses berikutnya,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Disbudpar Provinsi Jawa Timur, Sunarto menyatakan apresiasinya untuk Desa Bejijong Kecamatan Trowulan yang masuk dalam 50 besar desa wisata se-Indonesia. Desa yang khas dengan rumah penduduk bergaya etnik Majapahit, menjadi salah satu inspirasi rencana pelaksaanaan Pekan Budaya Daerah Jawa Timur.

“Gubernur Jawa Timur dan Komisi E DPRD sangat mendukung apabila diselenggarakan pekan budaya daerah dengan mengangkat budaya Majapahit sebagai inspirasinya. Kita dapat mengangkat Desa Bejijong Kecamatan Trowulan menjadi tujuan destinasi. Majapahit harus terus kita angkat sebagai kebanggan kita,” tegasnya. [tin/ted]

Sumber : https://beritajatim.com/

chat
Kirim Komentar

Untuk artikel ini

person
stay_current_portrait
mail
chat

account_circle Pemerintah Desa

assessment Statistik

share Sinergi Program

insert_photo Galeri

message Komentar Terkini

contacts Media Sosial

Alamat : Jln. Sooko Sari No. 56
Desa : Kenanten
Kecamatan : Puri
Kabupaten : Mojokerto
Kodepos : 61363
Telepon :
No. HP :
Email : [email protected]

assessment Statistik Pengunjung

Hari ini : 95
Kemarin : 8
Total Pengunjung : 46.213
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.216.51
Browser : Mozilla 5.0